Selasa, 22 April 2014

WEDAL UNTUK PERNIKAHAN / SUNDA KUNO

WEDAL UNTUK PERNIKAHAN / SUNDA KUNO

Menurut kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa (dan karakter dari seseorang yang lahir dalam hari tertentu) dapat ditentukan dengan menelaah saat terjadinya peristiwa tersebut menurut berbagai macam perputaran kalender tradisional. Salah satu penggunaan yang umum dari metode ramalan ini dapat ditemukan dalam sistem hari kelahiran Jawa yang disebut wetonan.

Weton anda merupakan gabungan dari tujuh hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dll.) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Perputaran ini berulang setiap 35 (7 x 5) hari, sehingga menurut perhitungan Jawa hari kelahiran anda berulang setiap lima minggu dimulai dari hari kelahiran anda.

Berdasarkan weton tersebut watak/karakter seseorang dapat dibaca, begitupun juga dengan
watak/karakter perkawinan, 2 orang yang berjodoh, membawa weton masing-masing.Berdasarkan kepercayaan orang Jawa, watak/karakter perorang yang menjadi satu dalam perkawinan juga dapat diketahui kemana arah perkawinan tersebut.

Ada 3 macam yang harus dilihat sebelum menikah berdasarkan weton;
1. Berdasarkan hari kelahiran
2. Berdasarkan Jumlah weton dibagi 9 ada sisa berapa
3. Berdasarkan waktu resepsi perkawinan

dan ada juga watak seseorang berdasarkan hari kelahiran

1. Berdasarkan hari kelahiran
Perkawinan dilihat dari Weton berdasarkan Hari Kelahiran

MINGGU KETEMU MINGGU : SERING SAKIT
MINGGU KETEMU SENEN : KAYA DENGAN PENYAKIT
MINGGU KETEMU SELASA : MELARAT/MISKIN
MINGGU KETEMU RABU : TENTREM
MINGGU KETEMU KAMIS : SERING BERTENGKAR
MINGGU KETEMU JUMAT : TENTREM
MINGGU KETEMU SABTU : MELARAT/MISKIN

SENEN KETEMU SENEN : OLO, SUSAH
SENEN KETEMU SELASA : AYEM/TENTREM/BAHAGIA
SENEN KETEMU RABU : BANYAK ANAK,ANAKNYA CEWEK
SENEN KETEMU KAMIS : SERING BIKIN MALU ORANG
SENEN KETEMU JUMAT : BAIK/BAGUS
SENEN KETEMU SABTU : BERKAH

SELASA KETEMU SELASA : OLO, SUSAH
SELASA KETEMU RABU : KAYA
SELASA KETEMU KAMIS : KAYA
SELASA KETEMU JUMAT : CERAI
SELASA KETEMU SABTU : SERING BERTENGKAR

RABU KETEMU RABU : OLO, SUSAH
RABU KETEMU KAMIS : AYEM/TENTREM/BAHAGIA
RABU KETEMU JUMAT : TENTREM
RABU KETEMU SABTU : BAIK/BAGUS

KAMIS KETEMU KAMIS : TENTREM
KAMIS KETEMU JUMAT : AYEM AYEM/TENTREM/BAHAGIA
KAMIS KETEMU SABTU : CERAI

JUMAT KETEMU JUMAT : MELARAT
JUMAT KETEMU SABTU : CELAKA

SABTU KETEMU SABTU : BAYAK SUSAHNYA


2.Berdasarkan Jumlah weton dibagi 9 ada sisa berapa

1 KETEMU 1 : BAGUS PENGASIHNYA
1 KETEMU 2 : BAGUS /BAIK
1 KETEMU 3 : KUAT, JAUH REJEKINYA
1 KETEMU 4 : AKEH BELAHINE
1 KETEMU 5 : SERING BERTENGKAR, CERAI
1 KETEMU 6 : JAUH DARI REJEKI SANDANG PANGAN
1 KETEMU 7 : BANYAK MUSUH
1 KETEMU 8 : KESURANG – SURANG
1 KETEMU 9 : DADI PANGAUBAN


2 KETEMU 2 : SELAMAT, BANYAK REJEKI
2 KETEMU 3 : MATI SALAH SATU
2 KETEMU4 : BANYAK GODAAN
2 KETEMU 5 : AKEH BELAINE
2 KETEMU 6 : CEPAT KAYA
2 KETEMU 7 : ANAKNYA BANAYAK YANG MATI
2 KETEMU 8 : REJEKINYA SEDIKIT
2 KETEMU 9 : BANYAK REJEKINYA

3 KETEMU 3 : MISKIN
3 KETEMU 4 : AKEH BELAINE
3 KETEMU 5 : CEPAT CERAI
3 KETEMU 6 : DAPAT ANUGRAH
3 KETEMU 7 : AKEH BELAINE
3 KETEMU 8 : SALAH SATU CEPAT MENINGGAL
3 KETEMU 9 : MUDAH MENDAPAT REJEKI

4 KETEMU 4 : SERING SAKIT
4 KETEMU 5 : BANYAK RENCANA
4 KETEMU 6 : BANYAK REJEKINYA
4 KETEMU 7 : MELARAT/MISKIN
4 KETEMU 8 : BANYAK HALANGANNYA
4 KETEMU 9: SALAH SATU KALAH

5 KETEMU 5 : LANCAR/MUDAH MENCARI REJEKI
5 KETEMU 6 : REJEKINYA SEDIKIT/SUSAH
5 KETEMU 7 : MUDAH SANDANG PANGANE
5 KETEMU 8 : BANYAK GODAAN
5 KETEMU 9 : REJEKINYA SEDIKIT/SUSAH

6 KETEMU 6 : GEDHE BELAINE
6 KETEMU 7 : RUKUN
6 KETEMU 8 : BANYAK MUSUH
6 KETEMU 9 : KESURAN SURANG

7 KETEMU 7 : TIDAK ADA YANG MAU MENGALAH
7 KETEMU 8 : BELAINE SOKO AWAK’E
7 KETEMU 9 : TULUS POLO KRAMANE

8 KETEMU 8 : KASIHAN TERHADAP SEMUA ORANG
8 KETEMU 9 : AKEH BELAINE

9 KETEMU 9 : MUDAH MENCARI REJEKI

3.Bagus tidaknya Tanggal-Bulan buat Ijab Pengantin

7 SURO : TUKAR PADU, NEMU KERUSAKAN, OJO DI TERAK
*SERING BERTENGKAR,BANYAK KERUSAKAN, JANGAN DILAKSANAKAN*

2 SAPAR : KEKURANGAN, SUGIH UTANG, KENO DI TERAK
*SERBA KURANG,BANYAK HUTANG,BISA DILAKSANAKAN*

3 MULUD : MATI SALAH SIJI
*MENINGGAL SALAH SATUNYA*

5 BAGDO MULUD : DADI OMONGAN, NEMU UJAR SOLO
*MENJADI PERBINCANGAN*

6 JUMADIL AWAL : KEREP KEKETEMUGAN, SUGIH SATRU, KENO DI TERAK
*BANYAK MUSUH,BISA DILAKSANAKAN*

1 JUMADIL AKHIR : SUGIH MAS SELOKO
*KAYA*

2 REJEB : SUGIH ANAK KETEMU SLAMET
*BANYAK ANAK AKHIRNYA SELAMAT*

4 RUWAH : RAHAYU ING SAKABEHE
*TENTRAM SEMUANYA/BAHAGIA SEMUA*

5 POSO : CILOKO GEDHE
*BANYAK CELAKANYA*

7 SAWAL : KEKURANGAN, SUGIH UTANG, KENO DI TERAK
*SERBA KURANG, BAYAK HUTANG,BISA DILAKSANAKAN*

1 SELO : GERING, KEREP PASULAYAN KETEMU MITRO, OJO*

3 BESAR : SUGIH, NEMU SENENG LAHIR BATIN
*KAYA,SENANG LAHIR BATIN*

WATAK/SIFAT BERDASARKAN HARI KELAHIRAN

01. SELASA KLIWON 3 , 8 : BAIK, PINTER
02. RABU LEGI 7 , 5 : CEROBOH, SEMBRONO
03. KAMIS PAHING 8 , 9 : TUJUANNYA TERCAPAI
04. JUMAT PON 6 , 7 : REJEKINYA MUDAH
05. SABTU WAGE 9 , 4 : BESARREJEKI, BOROS
06. MINGGU KLIWON 5 , 8 : SUSAH HATI
07. SENEN LEGI 4 , 5 : PINTER MENCARI BUTUH
08. SELASA PAHING 3 , 9 : PINTER MERINCI
09. RABU PON 7 , 7 : MENJADI PELINDUNG
10. KAMIS WAGE 8 , 4 : KAKU, BESAR EMOSI
11. JUMAT KLIWON 6 , 8 : DAPAT DIPERCAYA
12. SABTU LEGI 9 , 5 : SERING KEKETEMUGAN
13. MINGGU PAHING 5 , 9 : MENEMUKAN REJEKI
14. SENEN PON 4 , 7 : RAJIN, PINTER
15. SELASA WAGE 3 , 4 : HEMAT, SABAR
16. RABU KLIWON 7 , 8 : KANUGRAHAN, SLAMET
17. KAMIS LEGI 8 , 5 : SUSAH DIATUR
18. JUMAT PAHING 6 , 9 : RAME, AJANG
19. SABTU PON 9 , 7 : PINTER, TIDAK BISA NYIMPAN
20. MINGGU WAGE 5 , 4 : OMONGANNYA MENYAKITKAN
21. SENEN KLIWON 4 , 8 : TIDAK PUNYA SAKIT HATI
22. SELASA LEGI 3 , 5 : PINTER MENYIMPAN
23. RABU PAHING 7 , 9 : SUGIH NANGING ELA – ELU
24. KAMIS PON 8 , 7 : SUGIH, MUSUH
25. JUMAT WAGE 6 , 4 : GEDHE PIKIRE (BANYAK ANGAN-ANGAN)
26. SABTU KLIWON 9 , 8 : BISA JADI PENGHULU
27. MINGGU LEGI 5 , 5 : TENANG, TIDAK MAU BERUSAHA
28. SENEN PAHING 4 , 9 : BANYAK AKAL, REJEKI MUDAH
29. SELASA PON 3 , 7 : PENDIAM (PINTER NYIMPAN RAHASIA)
30. RABU WAGE 7 , 4 : BANYAK MAUNYA, TIDAK TERCAPAI
31. KAMIS KLIWON 8 , 8 : CEREWET
32. JUMAT LEGI 6 , 5 : GEDHE SAWERANE, ORA KUAT NGGOWO SISIK
33. SABTU PAHING 9 , 9 : PENUNGGUL, PUNYA KEKUATAN
34. SABTU PON 5 , 7 : PINTER MASAK
35. SENEN WAGE 4 , 4 : SENANG BOHONG TAPI DISUKAI ORANG
36. SELASA KLIWON 3 , 8 : ANGGORO KASIH

MENGENAL WEDAL HARI LAHIR DAN WATAK SUNDA KUNO

MENGENAL  WEDAL HARI LAHIR DAN WATAK SUNDA KUNO
HARI LAHIR sangat mempengaruhi watak dan kepribadian kendati tak luput watak dan kepribadian juga dipengaruhi keluarga dan lingkunga sekitarnya (pendidikan, pekerjaan dll)

SENIN (SOMA-WARA): Wedal Senin dilambangkan bunga. Sifat dasar dari bunga adalah keindahan jadi tak ada salahnya jika yang lahir di hari senin bisa diberi julukan si Rupawan. Orang-orang ini cenderung
    narsis dan posesif
    selalu ceria atau periang
    selalu membuat kesan humoris pada orang-orang di sekitarnya
    mempunyai daya pikat yang luar biasa, karena memiliki aura kuat seperti lambangnya = bunga.
    selalu menjadi pusat perhatian dan orang-orang akan segera menyukaiinya. cocok berkarier di dunia seni hiburan,
    host adalah profesi yang baik manusia Senin

SALASA (ANGGARA-WARA): Wedal selasa dilambangkan api. Sifat dasar api adalah
    kuat dan hidup.
    kharismatik.
    Disegani karena berjiwa pemimpin.
    mempunyai rasa percaya diri yang tinggi bukannya hanya dalam penampilan tetapi juga kemampuan.
    jika dia laki-laki pasti bertubuh tegap, jika dia perempuan terlihat angun dan elegan.
    cocok berkarier di bidang politik atau sebagai orator karena sikap bawaannya dan kata-katanya dapat dipercaya.
    bisa juga berkarier di bidang perdagangan atau benjadi pebisnis yang handal.

RABU (BUDDHA-WARA): Wedal rabu dilambangkan daun. Sifat dasar daun adalah kebaikan maka dijuluki si dermawan. Sifat yang penuh kasih membuat orang-orang memanfaatkannya.
    mempunyai daya empati yang sangat kuat dan mudah jatuh cinta.
    Tidak bersikap tegas adalah salah satu sifat buruknya.
    merasa kasihan pada orang lain meskipun kadang rasa kasihnya itu merugikan dirinya sendiri.
    Kariernya yang terbaik  guru atau dokter karena profesi ini sangat cocok untuk menunjang kariernya yang membutuhkan rasa kemanusian dan belas kasih yang tinggi.


KAMIS (WRHASPATI-WARA): Wedal kamis dilambangkan angin. Sifat dasar dari angin adalah selalu bergerak. Jadi tidak ada salahnya jika si anak kamis diberi julukan si pekerja keras. Sifatnya
    tidak pernah tinggal diam dalam hidupnya.
    Malas adalah musuh terbesarnya.
    senang bekerja keras untuk mengembangkan kreativitasnya.
    sangat bertangung jawab terhadap pekerjaannya juga terhadap keluarganya. Sering kali anak yang lahir di hari kamis selalu menjadi tulang punggung keluarga.
    Karier terbaik pelaut,
    pekerjaan yang menguras tenaga,
    bisnisman karena bisa mengembangakan usahanya dengan baik.


JUMAAH (SUKRA-WARA): Wedal Jumat dilmbangkan air. Sifat dasar dari air adalah
    diam-diam menghanyutkan.
    mempunyai sifat yang tenang dan dingin.
    tapi juga pemurung dan selalu sedih. Karena setiap persoalan sekecil apa pun mereka masukan kedalam hati.
    Namun bijaksana yang luar biasa,
    cenderung suka mengalah daripada harus bertikai.
    mencintai ketenangan.
    Karier yang cocok penulis, sastrawan, seniman, jurnalis, dan hakim karena sikapnya yang tenang dan bijaksana sangat menunjang terhadap karier mereka.

SABTU (SANAISCARA-WARA): Wedal sabtu dilambangkan bumi. Sifat dasar dari bumi adalah diam namun mempunyai pengetahuan yang luas. Orang-orang ini biasanya mempunyai sifat ingin mejelajah bumi sesuai dengan simbolnya bumi maka mereka ingin mengenali diri mereka dengan mengelilingi bumi. Jadi tidak ada salahnya jika yang lahir di hari Sabtu dijuliki sebagai pelancong.
    mempunyai jiwa petualang yang tinggi.
    pemberani yang punya sifat ulet dan tidak mudah menyerah.
    menikmati kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda.
    Karier yang cocok untuk mereka adalah duta besar, antropogi, atau ahli sejarah.

MINGGU (ADITYA/RADITYA WARA):  Wedal Minggu dilambangkan langit. Sifat dari langit adalah luas -
    selalu berwawasan luas dan mempunyai pandangan jauh ke depan
    optimis- namun, sifat jelek yang lahir di Minggu cenderung sombong dan ingin menang sendiri.
    merasa paling cerdas,
    selalu bahagia jarang bersedih.
    kegagalan dalam hidupnya mereka selalu mengangap sebagi riak-riak kecil dalam bahtera hidupnya.
    Kariernya adalah presiden, pilot, alhi pidato, dan model. 

Minggu, 20 April 2014

TENTANG IJAB-QABUL NIKAH

IJAB-QABUL NIKAH
VERSI BAHASA ARAB, INDONESIA, INGGRIS, DAN SUNDA

Puncak dari pelaksanaan akad nikah adalah ijab-qabul. Ijab-qabul merupakan rukun terakhir dari akad nikah. Rukun yang paling istimewa. Sah atau tidaknya suatu akad nikah tergantung kepada sah atau tidaknya ijab-qabul. Karenanya, tidak heran jika sebelum melakukan ijab-qabul biasanya penghulu melakukan pengkondisian suasana dengan pembacaan basmalah, istighfar, syahadat, dan shalawat. Tujuannya untuk menyiapkan hati, menghadirkan kalbu, dan meluruskan niat. Agar akad nikah yang akan dilaksanakan dapat berlangsung dengan sempurna dan khidmat.
Akad dan Ijab-Qabul

Secara bahasa, akad berarti mengikat ujung suatu benda dengan ujung yang lainnya (الربط بين أطراف الشيء ) . Dalam konteks kehidupan, bermakna melakukan perikatan dengan orang lain (ارتبط مع شخص أخر).
Definisi akad ini masih bermakna umum. Melingkupi semua perikatan yang dilakukan manusia dengan sesamanya. Perikatan itu dipilah menjadi dua:
  1. Perikatan yang berupa wakaf, thalak, sumpah, dan yang sejenisnya, yang pelaksanaannya cukup dikemukakan maksudnya oleh satu pihak saja;
  2. Perikatan yang berwujud jual beli, sewa-menyewa, gadai, nikah, dan sebagainya, yang mengharuskan kedua belah pihak yang melakukan perikatan mengemukakan maksudnya.
Perikatan kelompok pertama dinamai dengan tasharruf, sedangkan perikatan yang kedua dikenal dengan "akad"
(tapi) dalam makna yang khusus.
    "Aqad" dalam makna yang khusus ini didefinisikan dengan:

ارتباط إيجاب بقبول على وجه مشروع يثبت أثره في محله

"Tersimpulnya ijab dan qabul dalam perkara yang dibenarkan syariat yang berakibat tetapnya hukum sesuai yang dikehendaki (dalam ijab-qabul)"

Dalam akad nikah, ijab merupakan pernyataan wali menikahkan anak perempuannya kepada calon mempelai laki-laki. Sementara qabul adalah pernyataan penerimaan dari calon mempelai laki-laki atas pernyataan wali.
Ijab-qabul merupakan shighat atau ungkapan untuk menunjukkan keinginan dalam hatinya yang tersembunyi. Pengungkapan kehendak hati yang tersembunyi tersebut dilakukan melalui ucapan atau perbuatan lain yang menempati posisi sama dengan ucapan seperti isyarat atau tulisan. Pada normalnya, shighat (ijab-qabul) harus diungkapkan dengan ucapan, tetapi jika tidak bisa melakukannya dengan ucapan, dapat menggunakan ungkapan lainnya seperti isyarat dan tulisan
Ucapan merupakan alat utama untuk mengungkapkan maksud batin yang tersembunyi, yang paling banyak dipakai dalam akad karena kemudahannya, juga karena kekuatan dalalah dan faktor kejelasannya. Dengan kata-kata, maksud batin yang tersembunyi lebih mudah diungkapkan dengan jelas dan lebih mudah difahami, daripada menggunakan isyarat dan tulisan.

Ijab-Qabul Bahasa Arab
Bahasa Arab merupakan bahasa agama. Bahasa yang digunakan Allah bagi kalam-Nya. Bahasa yang dipakai sehari-hari oleh Nabi Saw. dalam proses tasyri`. Termasuk di dalamnya bahasa dalam ijab-qabul nikah.
Jejak mengenai kalimat yang digunakan Nabi Saw. dalam melakukan ijab: menikahkan para shahabatnya, dapat ditemukan dalam beberapa hadits.
Dalam hadits Bukhari dari Sahl ibn Saad, Nabi menggunakan kalimat zawajnakaha
. Masih dalam Bukhari dari Sahl ibn Saad, Nabi juga menggunakan kata ankahtukaha.

Para ulama berbeda pendapat dalam memahami hadits-hadits tersebut. Ulama Hanafiyah membolehkan kata apa saja untuk ijab-qabul nikah. Asal yang menunjukkan makna untuk mengalihkan (hak) kepemilikan. Di antaranya kata "menikahkan" (tazwij dan nikah), atau kata "memindahkan kepemilikan" (tamlik), "memberikan" (hibah), atau "menshadaqahkan". Dengan syarat, niatnya harus "nikah" disertai qarinah yang menunjukkan bahwa yang dimaksud kata tersebut adalah nikah, seperti memberikan mas kawin.
Sedangkan Ulama Syafi'iyah dan Hanabilah memberikan syarat untuk sahnya akad nikah hanya dengan kata "nikah" (zawaja dan nakaha) saja dan semua kata yang berakar (yang dibentuk) darinya.
Mengenai penggunaan bentuk fi'il yang digunakan, para ulama sepakat atas penggunaan bentuk lampau (fi'il madhi), seperti أنكحتك (ankahtuka) atau زوجتك (zawajtuka), karena bentuk ini sudah biasa digunakan untuk maksud sedang (melakukan) dan bentuk yang digunakan Rasulullah saw. ketika menikahkan. Mereka juga bersepakat bolehnya menggunakan bentuk fi'il mudhari (yang mengandung arti sedang dan akan), seperti أنكحك (unkihuka) atau أزوجك (uzawijuka), dengan syarat harus ada niat bahwa yang dikehendaki adalah arti sedang. Tetapi tidak sah jika ada penambahan huruf/kata س dan سوف , yang sudah pasti menunjukkan makna akan. Tidak sah juga akad yang ijabnya menggunakan bentuk pertanyaan seperti أأزوجك (a uzawizuka: apakah saya menikahkan kamu?). Alasannya, bentuk pertanyaan menunjukan makna akan.
Pada intinya, ijab-qabul yang bermakna akan adalah tidak sah, seperti ucapan wali dalam akad nikah, "سأنكحك إبنبي ماريا غدا ..." (Saya akan nikahkan engkau kepada anakku Maria besok ...). Atau ucapan calon pengantin laki-laki, "سأقبل نكاحها غدا ..." (Saya akan terima menikah kepadanya besok ...)
Kalimat ijab versi bahasa Arab yang populer digunakan adalah:
يَا فَخْرِى, أَنْكَحْتُكَ إِبْنَتِي مَارِيَا بِمَهَرِ خَمْسِيْنَ غِرَامًا مِنَ الذَّهَبِ وَأَدَوَاتِ الصَّلاةِ نَقْدًا

Banyak pula yang menggunakan dua kata (zawaja dan nakaha) langsung dalam ijab, seperti di bawah ini:
يَا فَخْرِى, أَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ إِبْنَتِي مَارِيَا بِمَهَرِ خَمْسِيْنَ غِرَامًا مِنَ الذَّهَبِ وَأَدَوَاتِ الصَّلاةِ نَقْدًا

Adapun kalimat qabul yang populer adalah:
قَبِلْتُ نِكَاحَهَا بِمَهَرِ خَمْسِيْنَ غِرَامًا مِنَ الذَّهَبِ وَأَدَوَاتِ الصَّلاةِ نَقْدًا
Dengan versi singkat:
قَبِلْتُ نِكَاحَهَا بِمَهَرٍ مَذْكُوْرٍ نَقْدًا

Sementara qabul dengan dua kata langsung, dengan versi singkat, seperti ini:
قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِمَهَرٍ مَذْكُوْرٍ نَقْدًا
  Ijab-Qabul Bahasa Indonesia, Inggris, dan Sunda
Idealnya, ijab-qabul dilakukan menggunakan Bahasa Arab karena bahasa asal syariat. Tetapi dalam realitanya, lebih banyak masyarakat yang tidak menggunakan Bahasa Arab. Alasannya beragam, mulai dari tidak bisa, tidak mengerti, tidak biasa, atau tidak pede karena takut salah. Karenanya, ijab-qabul dilakukan memakai bahasa kaum-nya, selain Bahasa Arab.
Kebanyakan ulama berpendapat bahwa shighat (ijab-qabul) dapat menggunakan bahasa apa saja yang dimengerti oleh kedua pihak yang berakad. Hanya sedikit ulama yang mengharuskan ijab-qabul nikah dengan Bahasa Arab. Di antara ulama tersebut adalah Ibn Qudamah, seorang ulama Syafi'iyah. Ia berpendapat, jika seseorang mampu berbahasa Arab tetapi kemudian tidak menggunakan Bahasa Arab dalam ijab-qabul nikah, maka akadnya tidak sah. Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh ulama Hanabilah.
Menggunakan selain Bahasa Arab dalam ijab-qabul berarti ada upaya menerjemahkan. Masalahnya, terkadang ada masalah dalam penerjemahannya, sehingga ijab-qabul menjadi tidak tepat: tidak lagi sesuai maknanya dengan bahasa orisinil-nya.

Sebagai contoh adalah qabul dalam Bahasa Indonesia seperti:
"Saya terima nikahnya Maria, putri kandung Bapak, dengan maskawin berupa perhiasan emas 50 gram dan alat shalat, dibayar tunai"

Atau:
"Terima saya menikah dengan Maria, putri kandung Bapak, dengan maskawin berupa perhiasan emas 50 gram dan alat shalat, dibayar tunai"

Begitu pula qabul dalam Bahasa Sunda:
"Tarima abdi nikah ka Maria, putra teges Bapa, kalayan nganggo maskawin ku perhiasan emas 50 gram ditambah alat shalat, dibayar kontan"

Qabul-qabul tersebut dirasa kurang pas, karena tidak mewakili makna bahasa aslinya. Kelemahannya terdapat dalam cara penerjemahannya yang terlalu kaku. Tidak memperhatikan tata bahasa yang baik dan benar.
Secara lugas memang benar bahwa "qabiltu nikahaha ..." terdiri dari kata "qabila" yang berarti terima atau menerima, "tu" yang berarti saya, dan "nikahaha" yang berarti nikahnya. Walaupun begitu, tidak tepat lantas diterjemahkan apa adanya seperti itu. Ini tidak beda dengan menerjemahkan kalimat dalam Bahasa Inggris, "This is my book", yang diterjemahkan menjadi, "Ini adalah saya buku."
Bahkan, kalimat "Tarima abdi nikah ..." terkadang dipahami oleh calon mempelai laki-laki sebagai kata-kata permintaan. Seolah calon mempelai laki-laki meminta keridhaan wali untuk menikahkan anaknya kepadanya. Padahal, qabul adalah pernyataan penerimaan, bukan permintaan.
Berikut ini ijab-qabul dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris, dan Bahasa Sunda hasil konsultasi dan diskusi dengan para ahlinya:
  1. Ijab-Qabul Bahasa Indonesia
    Ijab:
    "Fakhri, saya nikahkan engkau kepada Maria, anak kandung saya, dengan maskawin berupa emas 50 gram dan alat shalat, dibayar tunai"
Ada pula yang sengaja mendahulukan penyebutan nama calon pengantin wanita baru kemudian "engkau". Alasan pendapat ini berdasar kepada ikatan antara wali dengan calon pengantin laki-laki dan calon pengantin wanita. Menurut pendapat ini, wali tidak memiliki ikatan apapun dengan calon mempelai laki-laki. Wali hanya memiliki ikaran nasab dengan calon pengantin wanita. Karenanya, ayah sebagai wali tidak bisa menikahkan orang (laki-laki) yang bukan apa-apa dia kepada anaknya. Wali hanya dapat menikahkan anaknya kepada laki-laki yang dikehendakinya. Sehingga, ijab-nya pun harus seperti berikut:
"Fakhri, saya nikahkan Maria, anak kandung saya, kepada engkau, dengan maskawin berupa emas 50 gram dan alat shalat, dibayar tunai"

Qabulnya:
"Saya terima menikah kepada Maria, putri kandung Bapak, dengan maskawin berupa emas 50 gram dan alat shalat, dibayar tunai"

  1. Ijab-Qabul Bahasa Inggris
    Ijab:
    "Fakhri, I give you in marriage to Maria, my daughter, with the dowry in term of fivety grams of gold and the praying aid, cash"

    Adapun qabulnya:
    "I accept to marry to Maria, your daughter, with the dowry in term of fivety grams of gold and the praying aid, cash"

  2. Ijab-Qabul Bahasa Sunda
    Ijab:
    "Fakhri, bapa nikahkeun hidep ka Maria, putra teges bapa, kalayan nganggo maskawin ku emas 50 gram ditambah alat shalat, dibayar kontan"
    Atau:
    "Fakhri, bapa nikahkeun Maria, putra teges bapa, ka hidep, kalayan nganggo maskawin ku emas 50 gram ditambah alat shalat, dibayar kontan"
    Qabul:
    "Abdi nampi nikah ka Maria, putra teges Bapa Hamid, kalayan nganggo maskawin ku emas 50 gram ditambah alat shalat, dibayar kontan"
    Atau:
    "Nampi abdi nikah ka Maria, putra teges Bapa Hamid, kalayan nganggo maskawin ku emas 50 gram ditambah alat shalat, dibayar kontan"

Senin, 31 Maret 2014

Jumat, 22 November 2013

Dongeng Sunda: Si Kabayan Moro Uncal

Si Kabayan Moro Uncal

Isuk kénéh Si Kabayan jeung mitohana geus harudang, lantaran poé éta rayahat rék moro uncal.

Urang kampung geus saraged, maké calana sontog, samping dibeubeurkeun kana cangkéng, bedog panjang nyolégréng. Sawaréh marawa tumbak. Anjing ragég geus hayangeun geura ngudag boroan ka leuweung.

Nénjo batur saraged téh Si Kabayan mah teu ieuh kapangaruhan. Manéhna mah ngaléléké, maké sarung dikongkoyangkeun. Batur-batur marawa bedog, manéhna mah kalah mawa péso raut.

“Keur naon mawa péso raut, Kabayan?” tatanggana nanya.

“Keur nyisit uncal,” jawabna.

Nu rék moro laju indit. Tepi ka leuweung, der ngasruk. Anjing ragég ti kulon, ti kalér, ti wétan. Jalma-jalma pating corowok. Nu megat ayana di beulah kidul, lebah bubulak.

Ari Si Kabayan misahkeun manéh. Manéhna mah nangtung handapeun tangkal jambu batu bari tatanggahan, néangan jambu asak.

Keur tatanggahan, gorowok nu ngagero, “Pegaat…!”

Si Kabayan ngalieuk. Ari torojol téh ti jero rungkun, uncal jaluna. Tandukna ranggah.

Si Kabayan can nyahoeun uncal. Cék pangirana uncal téh sagedé anak embé. Nu matak barang nénjo sato nu siga kuda bari tandukan téh, ngan térékél wé manéhna naék kana tangkal jambu. Teu bisa luhur naékna téh da kagok ku sarung. Manéhna nangkod kana dahan panghandapna, sarungna ngoyondon.

Kabeneran uncal téh lumpat ka handapeunana pisan. Si Kabayan peureum, sieuneun kaparud ku tanduk uncal nu sakitu ranggahna.

Si kabayan teu kira-kira reuwaseunana barang karasa aya nu ngabedol ti handap. Ari diténjo horéng tanduk uncal téh meulit kana sarungna. Uncal ngarengkog, tuluy babadug hayang ngalésotkeun tandukna. Kadéngé ambekanan hos-hosan. Si Kabayan beuki pageuh muntangna, uncal beuki rosa ngamukna, tapi tandukna kalah beuki pageuh kabeulit ku sarung. Si Kabayan beuki geumpeur, sepa taya getihan.

“Tuluuuuung….tuluuunngg…., ieu aing ditubruk uncal…!” Si Kabayan gegeroan ménta tulung.

Teu lila burudul nu moro nyalampeurkeun. Nénjo uncal abrug-abrugahn téh, teu antaparah deui belewer wé ditumbak. Uncal ngajéngjéhé. Jekok-jekok pada ngadékan tepi ka rubuhna. Uncal ngajoprak. Si Kabayan gé ngalungsar gigireunana bari rénghap ranjug.

Nu ngariung uncal hélokeun.

“Kumaha ditéwakna ucal sakieu badagna, Kabayan?”

Si Kabayan nangtung lalaunan bari cungar-cengir., “Ah gampang. Uncal mengpengan ka handapeun tangkal jambu, ku kuring dipegat. Barang geus deukeut, dirungkup wéh tandukna ku sarung . Tuh geuning sarungna ogé tepi ka rangsak saroéh. Geus karungkup mah teu hésé, kari marieuskeun wé tandukna.”

Saréréa gogodeg. Ari Si Kabayan padamuji téh nyéréngéh wé bari ngusapan tuurna nu barared.

Uncal pada ngarecah. Si Kabayan ngajingjing pingping uncal bari heheotan.

(Tina Gapura Basa Jilid 2, Karya Drs. Hidayat Suryalaga, spk.)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes