Jumat, 29 Maret 2013

Puisi Penyesalan Pacaran

 Puisi Penyesalan dalam Pacaran -Tegar tulis puisi ini pada saat menjelang subuh pagi , alarm hp berbunyi seiring sms dari seseorang tak di kenal yang isinya sebuah puisi curhat terkait dengan kondisi asmara yang di alaminya , intinya dia merasa seperti bunga yang layu ( tak perlu di jelaskan , saya yakin pembaca paham dengan istilah bunga layu sebelum berkembang lalu di campakan ) . sementara puisi belum bisa saya terbitkan , cuma saya ingin membuat puisi nasehat yang berjudul telat tobat .

 Puisi Penyesalan Pacaran
Karya Tegar

 Siapa suruh kamu pacaran
Bukankah agamamu melarang
Kenapa hal itu kamu lakukan
Nyatanya kamu tidak mampu melawan goda syetan

Ingatkah kamu saat di beri saran
Kamu jawab , pacaran itu sebatas pendekatan
Pacaran itu sekedar penjajakan
Pacaran untuk saling mengenal

Nyatanya kamu tidak mamapu melawan
Goda dan bujuk rayu setan
Mana Bukti pacaran seperti yang kau pikirkan
Mana buah pacaran yang kau janjikan

Hilangnya mahkota itukah pacaran yang kau banggakan
Hilangnya kehormatan itukan yang kau katakan pendekatan
Hilangnya harapan itukah yang kau anggap penjajakan
Hancurnya masa depan itukah yang kau pikir perkenalan

Sekarang kau pingin insyaf
Sekarang kau ingin bertobat
Dengan keyakinan bahwa pintu tobat selalu ada
Bahwa pintu tobat terbuka selama belum sekarat

Memang benar tobat selalu terbuka
Ingat satu hal terbuka untuk siapa
Kalaupun tobat apakah menyelesaikan semua
Padahal dosa satu sama lainya itu saling berkaitan

Kamu tobat tidak melakukan
Tapi telat toh sudah terlanjur hancur
Ujung ujungnya kaum berbohong dengan orang
Dan semua juga tahu kebohongan satu kali akan mencari kebohongan lainya

Sudahlah tak perlu kau sesali
Sudahlah tak perlu mencari simpati
Kamu sudah hancur ini
Toh nasehat dan saran suda di sampaikan jauh jauh hari
Jika kamu langgar ya akibatnya tanggung sendiri

Telat tobat tak apa
Siapa tahu dapat pengampunan dosa
Tapi jangan berharap banyak
Dan jangan berkayal
Bahwa tobatmu akan mengembalikan yang hilang
Kehormatan yang hilang
Kesucian yang hilang
Harapan yang hilang
Dan kesempatan yang hilang
Dan jangan berfikir bahwa Allah tidak kasihan
Karena beliu sudah memberi peringatan

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes